4 Matahari Muncul di China
Fenomena Alam munculnya 4 matahari di cina menghobokan masyarakat negri tirai bambu, hla ini terlihat dalam video munculnya 4 matahari di bawah, tidak masuk akal matahari bisa muncul 4 apakah benar pemberitaan tentang kemunculan empat buah matahari di langit china? jawabannya kita telisik bersama.
faz
Dalam sebuah portal berita di terangkan bahwa terlihatnya empat matahari di china secara bersamaan adalah fenomena atmosferik yang telah dikenal dengan baik di dunia sains. Nama fenomena itu adalah Sun Dog yang terlihat bersamaan dengan Parhelic Circle. dikatakan kemunculan matahari 4 buah di china tersebut merupalan fenomena alam yang jarang terjadi di alam ini.
Hal itu ditegaskan oleh Thomas Djamaludin, peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat dihubungi pada Rabu (25/8) ini. Kejadian ini, ujar Thomas, disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh kristal es. Biasanya muncul di arah ufuk di mana matahari terbit belum terlalu jauh dari horizon atau kaki langit. Ketentuannya, di sekitar arah matahari muncul kristal-kristal es yang membiaskan cahaya. Biasanya, terjadi dua fenomena yaitu halo dan sun dog."
Tanda apakah ini setelah beberapa hari terjadi penomena alam kutub utara mencair kemudian jatuhnya meteor di cirebon dan tsunami matahari, bagi anda umat muslim hal ini patut di pikirkan dan di tafakuran bahwa alloh Subhanahu wa Ta'ala Maha Besar dan kita harus selalu berlindung kepadanya.
nah bagi anda yang ingin melihat video munculnya 4 matahari di china secara bersamaan bisa dilihat di bawah ini:
Nah itulah video matahari muncul 4 buah secara bersamaan mudah"an kita bisa mengambil pelajaran dari alam ini, dan menjadikan kita lebih bisa menjaga dan memelihara alam kita ini untuk generasi cucu-cucu kita.
Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts
Monday, April 15, 2013
Sunday, December 16, 2012
Kebinasaan singa dapat menyebabkan ledakan populasi
Published :
December 16, 2012
Kebinasaan singa dapat menyebabkan ledakan populasi karnivor-karnivor di bawahnya dan memicu ketidakimbangan dalam ekosistem.
Jumlah singa (Panthera leo) yang ada di sabana Afrika kini berkurang drastis. Hanya 32.000-35.000 ekor singa yang tersisa. Padahal lima dekade yang lalu di tahun 1960-an, para ilmuwan mengestimasi singa Afrika mencapai 100.000 ekor.
Ini berdasarkan hasil riset pada sebuah studi yang sebagian didanai oleh pihak National Geographic Big Cats Initiative. "Tindakan yang cepat dan nyata diperlukan untuk menyelamatkan populasi singa di Afrika," tegas Thomas E. Lovejoy, profesor bidang ilmu lingkungan dan kebijakan publik pada George Mason University, yang juga menjabat sebagai ketua komisi di Big Cats Initiative Grant.
Walau singa Afrika memang tidak berada pada situasi kritis atau kelangkaan, terindikasi pengurangan besar-besaran pada jumlah populasi dan habitat singa.
Pengurangan dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengkhawatirkan dari sisi konservasi ini disebabkan berbagai faktor. Paling utama yakni lahan sabana yang dalam kurun waktu lima dekade terakhir telah dikonversi dan dikembangkan seiring pertumbuhan populasi manusia.
"Di samping itu, ada juga faktor besar akibat kematian oleh manusia. Ini termasuk perburuan ilegal, pembunuhan, dan berburu untuk trofi," ungkap Stuart Pimm, yang menjadi salah satu penulis dalam penelitian.
Ditambahkan Pimm, mereka mengidentifikasi 67 area terisolasi di seluruh Benua Afrika di mana singa-singa masih bisa bertahan hidup. Dari 67 area, hanya sepuluh yang memenuhi syarat, area tersebut berlokasi empat di timur dan enam di selatan Afrika. "Tidak ada area memenuhi syarat di wilayah barat dan tengah," paparnya.
Pimm menambahkan, nihilnya habitat menunjukkan bukti tak terbantahkan bahwa kepunahan lokal mengancam singa di Afrika Barat dan Tengah.
Singa sebagai karnivor puncak memiliki peranan ekologis penting. Kebinasaan singa dapat menyebabkan ledakan populasi karnivor-karnivor di bawahnya dan memicu ketidakimbangan dalam ekosistem.
Studi ini sudah dipublikasikan secara online dalam jurnal Biodiversity and Conservation, 2 Desember 2012 lalu.(Gloria Samantha. Sumber: National Geographic News)
Jumlah singa (Panthera leo) yang ada di sabana Afrika kini berkurang drastis. Hanya 32.000-35.000 ekor singa yang tersisa. Padahal lima dekade yang lalu di tahun 1960-an, para ilmuwan mengestimasi singa Afrika mencapai 100.000 ekor.
Ini berdasarkan hasil riset pada sebuah studi yang sebagian didanai oleh pihak National Geographic Big Cats Initiative. "Tindakan yang cepat dan nyata diperlukan untuk menyelamatkan populasi singa di Afrika," tegas Thomas E. Lovejoy, profesor bidang ilmu lingkungan dan kebijakan publik pada George Mason University, yang juga menjabat sebagai ketua komisi di Big Cats Initiative Grant.
Walau singa Afrika memang tidak berada pada situasi kritis atau kelangkaan, terindikasi pengurangan besar-besaran pada jumlah populasi dan habitat singa.
Pengurangan dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengkhawatirkan dari sisi konservasi ini disebabkan berbagai faktor. Paling utama yakni lahan sabana yang dalam kurun waktu lima dekade terakhir telah dikonversi dan dikembangkan seiring pertumbuhan populasi manusia.
"Di samping itu, ada juga faktor besar akibat kematian oleh manusia. Ini termasuk perburuan ilegal, pembunuhan, dan berburu untuk trofi," ungkap Stuart Pimm, yang menjadi salah satu penulis dalam penelitian.
Ditambahkan Pimm, mereka mengidentifikasi 67 area terisolasi di seluruh Benua Afrika di mana singa-singa masih bisa bertahan hidup. Dari 67 area, hanya sepuluh yang memenuhi syarat, area tersebut berlokasi empat di timur dan enam di selatan Afrika. "Tidak ada area memenuhi syarat di wilayah barat dan tengah," paparnya.
Pimm menambahkan, nihilnya habitat menunjukkan bukti tak terbantahkan bahwa kepunahan lokal mengancam singa di Afrika Barat dan Tengah.
Singa sebagai karnivor puncak memiliki peranan ekologis penting. Kebinasaan singa dapat menyebabkan ledakan populasi karnivor-karnivor di bawahnya dan memicu ketidakimbangan dalam ekosistem.
Studi ini sudah dipublikasikan secara online dalam jurnal Biodiversity and Conservation, 2 Desember 2012 lalu.(Gloria Samantha. Sumber: National Geographic News)
Kevin Richardson The Lion Man
Published :
December 16, 2012
Kevin Richardson juga mendapat julukan The Lion Man
Pria bernama Kevin Richardson tersebut tidak pernah takut dengan para singa-singa yang ada dikawasan itu. Kevin Richardson terlihat akrab saat bermain dengan teman singanya. Tanpa malu-malu, beberapa singa tampak meringkuk malas dalam belaiannya. Mereka bahkan sering berebut perhatian Kevin.
Kevin Richardson juga mendapat julukan The Lion Man dari para penggemarnya dalam program Primetime Outsiders. Semua orang begitu kagum pada bakat uniknya saat berinteraksi dengan si raja hutan. Interaksi ini terbangun melalui proses yang cukup panjang. Kevin mengaku bahwa dia telah mempelajari interaksi dengan para singa selama empat tahun.
“Saya tidur bersama mereka dan berinteraksi seperti singa. Dan, ada sesuatu yang ingin saya lihat di dunia mereka,” kata Kevin. Bergelut dengan keganasan sang penguasa rimba yang tiba-tiba berubah jadi kucing manja di pangkuan seorang pria.
http://www.nutrisijiwa.com
Friday, August 12, 2011
7 Puncak Tertinggi di Indonesia
Published :
August 12, 2011
Selain dikenal sebagai negara kepulauan, Indonesia juga dikenal dengan negara yang memiliki beberapa gunung tinggi. Satu diantaranya merupakan Puncak Ndugu-dugu (Cartensz Pyramid) di Papua yang masuk dalam kategori The World 7 Summits atau 7 puncak tertinggi di dunia.
Berangkat dari kategorisasi ini, saya juga akan mengupas 7 puncak tertinggi di Indonesia yang kiranya bisa menjadi tempat rekreasi maupun menambah pengetahuan seputar gunung-gunung tinggi di Indonesia.
Puncak Ndugu-dugu/Cartensz Pyramid (Papua)
Seorang teman sempat mengabari saya lewat jejaring sosial bahwa dia pernah menapakkan kakinya di Puncak Ndugu-dugu atau Cartenz Pyramid di Papua. Menurut dia mencapai puncak Ndugu-dugu merupakan 1 pengalaman menarik dan harus dibagi ke masyarakat mengenai keindahan alam di Indonesia.
Puncak Ndugu-dugu sendiri merupakan puncak tertinggi di Indonesia dan Oseania. Dia memiliki ketinggian 4844 Mdpl dan bertipikal gunung kars. Puncak Ndugu-dugu pertama kali diketahui keberadaannya ketika seorang berkewarganegaraan Belanda, J Cartensz mengabarkan bahwa Indonesia memiliki daerah bersalju di wilayah timurnya. Awalnya, kabar ini tidak ditanggapi serius sampai seorang naturalis ahli botani dan zoologi asal Inggris, A F R Wollaston berhasil mencapai hidung glasier di sisi Selatan Carstensz. Wollaston menghabiskan waktu sekitar 92 melalui jalur selatan Cartensz pada tahun 1913.
Pendakian pertama menuju puncak Ndugu-dugu pertama kali dilakukan oleh tim yang beranggotakan H Herrer (Austria), A Huzenga (Belanda) dan R Kippax (Australia). Mereka melalui jalur utara pada 1962 dan orang Indonesia pertama yang mampu mencapai puncak Ndugu-dugu adalah E Wurjantoro pada 1973.
Ketika itu Wurjantoro mendaki bersama tim yang beranggotakan B Carson dari Amerika Serikat. Sementara kesuksesan pendakian melalui jalur selatan baru dimulai ketika P Boardman dan Hilarry Collins (Inggris) pada 1978. Semenjak itu Hilarry tercatat sebagai wanita pertama yang berhasil mencapai puncak Ndugu-dugu.
Gunung Binaiya (Maluku Tengah)
Gunung Binaiya adalah gunung tertinggi yang berada di Kepaluan Maluku. Binaiya memiliki ketinggian 3027 Mdpl dan terletak di taman Nasional Manusela. Dia mampu ditempuh melalui kota Ambon dan dilanjutkan melalui jalur darat ke Pelabuhan Tulehu. Dari Tulehu, perjalanan akan dilanjutkan dengan menyeberang selat menggunakan kapal menuju Pulau Seram dan singgah di Pelabuhan Wahai.
Dari Wahai, perjalanan pendaki akan menuju desa Kanikeh yang memakan waktu sekitar 6 jam. Kanikeh merupakan desa terakhir sebelum menuju puncak Gunung Binaiya.
Pegunung Latimojong (Sulawesi)
gambar diambil dinulkabuttekpala.blogspot.com
Latimojong merupakan pegunung yang berada di Pulau Sulawesi. Latimojong sendiri terletak di Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Dia memiliki 3 puncak yang menjulur dari Barat ke Timur sementara 6 puncak lainnya dari utara ke selatan. Dari 9 puncak itu, buntu Rante Mario merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 3478 mdpl. Sementara puncak yang melintang di wilayah barat hingga timur seperti Buntu Pantealoan memiliki ketinggian 2.500 mdpl dan Buntu Pokapinjang di 2.970. Puncak di selatan dan utara meliputi Buntu Sinaji memiliki ketinggian 2.430 mdpl, Buntu Sikolong 2.754, Buntu Rante Kambola 3.083, Buntu Nenemori 3.097, Buntu Bajaja 2.700 dan Buntu Latimojong 2.800.
Jalur menuju Pegunungan Latimojong dapat ditempuh dengan menggunakan tranportasi darat dari Makasar dilanjutkan ke Kecamatan Baraka dengan bus. Mengingat rute ini sering dipakai pendaki dikarenakan kemudahan akses dan minimnya biaya. Dalam perjalanan ke Pegunungan Latimojong, pendaki akan disuguhkan beberapa objek wisata alam seperti Tebing alam di Tontonan yang sering dijadikan tempat rockclimbing dan beberapa kuburan kuno yang berada di tebingnya.
Gunung Rinjani 3.726 mdpl (Lombok, NTB)
Saya terkejut ketika kenalan saya memberi nama anaknya dengan kata “Rinjani”. Menurutnya, Rinjani sendiri diambil dari nama gunung di Pulau Lombok, NTB. Dia rasa Rinjani merupakan nama yang tepat untuk menggambarkan keindahan dan kecantikan anak perempuannya.
Gunung Rinjani adalah gunung dengan tipografi landai yang menyajikan keindahan fenomena alam seperti danau Segara Anak dan Gunung Barujari di sisi timurnya. Rinjani terletak di Taman Nasional Gunung Rinjani dan memiliki luas sekitar 76.000 ha. Dia dapat di tempuh melalui dua jalur yakni melewati Desa Senaru dan Sembalun. Menurut beberapa referensi yang didapat, Rinjani merupakan salah satu gunung yang memiliki wisata alam yang sangat indah. Dia juga kerap didaki oleh ratusan pendaki di bulan Juni-Agustus.
Selain Segara Anak dan Panorama Puncak Gunung Rinjani yang luar biasa, pendaki juga akan disuguhkan pemandangan padang savana yang sangat luas dan Gua Susu yang cantik. Dibutuhkan waktu sekitar 3 hari untuk mencapai Puncak Rinjani.
Gunung Semeru 3676 Mdpl (Jawa)
Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa. Semeru terletak di 2 Kabupaten yakni Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Mendaki Semeru dibutuhkan waktu sekitar 4 hari. Perjalanan pun dapat dimulai melalui jalur Ranupani dan akan melintasi 2 danau yakni Ranupani dan Ranu Regulo.
Sebelum mendaki, pengunjung juga dapat beristirahat maupun beberbelanja perlengkapan pendakian mengingat terdapat beberapa warung yang menyediakan perlengkapan pendakian.
Selain Ranupani dan Ranu Regulo, Semeru juga memiliki danau dengan pemandangan yang sangat indah, Ranu Kumbolo. Dia terletak di ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha. Di Ranu Kumbolo juga terdapat ikan yang dapat dipancing. Pendaki juga kerap menjadikan Ranu Kumbolo sebagai tempat berkemah.
Puncak Semeru dinamakan Mahameru (3676 Mdpl). Dia dapat ditempuh dari beberapa jalur namun pendaki dilarang melewati jalur selatan dan mendekati kawah Jonggring Saloko. Hal ini dikarenakan adanya gas beracun atau sering disebut wedus gembel yang keluar setiap 15 menit sekali dari kawah Mahameru. Seorang aktivis Soe Hok Gie pun menjadi korban dari luapan wedus gembel than 1969.
Bukit Raya (Kalimantan)
Bukit Raya pada dasarnya merupakan kawasan hutan lindung yang terletak di dua wilayah yakni Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sementara gunung Bukit Raya sendiri terletak di Katingan, Kalimantan Tengah dengan ketinggian 2278 Mdpl. Ada beberapa catatan yang harus dietahui bahwa Bukit Raya, bukanlah puncak tertinggi yang ada di pulau Kalimantan. Sejauh ini puncak tertinggi Kalimantan dipegang Gunung Kinabalu di Malaysia.
Gunung Kerinci (Sumatra)
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi yang ada di Indonesia. Kerinci memiliki ketinggian 3800 mdpl dan terletak di dua kabupaten yakni, Kerinci dan Sulak Deras Provinsi Jambi. Gunung Kerinci sendiri masuk dalam wilayah Pegunungan Bukit Barisan dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Dia dapat didaki melalui jalur kota Jambi, Padang bahkan dari jalur Lintas Sumatera, Muara Bungo.
Gunung Kerinci memiliki mitos yang kini sedang dalam pembuktian beberapa peneliti dalam maupun luar negeri. Yaitu mengenai keberadaan manusia kerdil seukuran anak kecil yang disebut masyarakat sekitar dengan sebutan Orang Kerinci. Konon, keberadaan Orang Kerinci sulit terdeteksi mengingat dia memiliki mobilitas yang sangat tinggi dan dapat berlari dengan cepat.
Ada beberapa tempat menarik yang harus dikunjungi sewaktu mendaki Kerinci. Diantaranya Keindahan Danau Belibis, Kerinci dan mencicipi Teh di Kersik Tuo.
sumber informasi: indonesianis.com
Berangkat dari kategorisasi ini, saya juga akan mengupas 7 puncak tertinggi di Indonesia yang kiranya bisa menjadi tempat rekreasi maupun menambah pengetahuan seputar gunung-gunung tinggi di Indonesia.
Puncak Ndugu-dugu/Cartensz Pyramid (Papua)
Seorang teman sempat mengabari saya lewat jejaring sosial bahwa dia pernah menapakkan kakinya di Puncak Ndugu-dugu atau Cartenz Pyramid di Papua. Menurut dia mencapai puncak Ndugu-dugu merupakan 1 pengalaman menarik dan harus dibagi ke masyarakat mengenai keindahan alam di Indonesia.
Puncak Ndugu-dugu sendiri merupakan puncak tertinggi di Indonesia dan Oseania. Dia memiliki ketinggian 4844 Mdpl dan bertipikal gunung kars. Puncak Ndugu-dugu pertama kali diketahui keberadaannya ketika seorang berkewarganegaraan Belanda, J Cartensz mengabarkan bahwa Indonesia memiliki daerah bersalju di wilayah timurnya. Awalnya, kabar ini tidak ditanggapi serius sampai seorang naturalis ahli botani dan zoologi asal Inggris, A F R Wollaston berhasil mencapai hidung glasier di sisi Selatan Carstensz. Wollaston menghabiskan waktu sekitar 92 melalui jalur selatan Cartensz pada tahun 1913.
Pendakian pertama menuju puncak Ndugu-dugu pertama kali dilakukan oleh tim yang beranggotakan H Herrer (Austria), A Huzenga (Belanda) dan R Kippax (Australia). Mereka melalui jalur utara pada 1962 dan orang Indonesia pertama yang mampu mencapai puncak Ndugu-dugu adalah E Wurjantoro pada 1973.
Ketika itu Wurjantoro mendaki bersama tim yang beranggotakan B Carson dari Amerika Serikat. Sementara kesuksesan pendakian melalui jalur selatan baru dimulai ketika P Boardman dan Hilarry Collins (Inggris) pada 1978. Semenjak itu Hilarry tercatat sebagai wanita pertama yang berhasil mencapai puncak Ndugu-dugu.
Gunung Binaiya (Maluku Tengah)
Gunung Binaiya adalah gunung tertinggi yang berada di Kepaluan Maluku. Binaiya memiliki ketinggian 3027 Mdpl dan terletak di taman Nasional Manusela. Dia mampu ditempuh melalui kota Ambon dan dilanjutkan melalui jalur darat ke Pelabuhan Tulehu. Dari Tulehu, perjalanan akan dilanjutkan dengan menyeberang selat menggunakan kapal menuju Pulau Seram dan singgah di Pelabuhan Wahai.
Dari Wahai, perjalanan pendaki akan menuju desa Kanikeh yang memakan waktu sekitar 6 jam. Kanikeh merupakan desa terakhir sebelum menuju puncak Gunung Binaiya.
Pegunung Latimojong (Sulawesi)
gambar diambil dinulkabuttekpala.blogspot.com
Latimojong merupakan pegunung yang berada di Pulau Sulawesi. Latimojong sendiri terletak di Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Dia memiliki 3 puncak yang menjulur dari Barat ke Timur sementara 6 puncak lainnya dari utara ke selatan. Dari 9 puncak itu, buntu Rante Mario merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 3478 mdpl. Sementara puncak yang melintang di wilayah barat hingga timur seperti Buntu Pantealoan memiliki ketinggian 2.500 mdpl dan Buntu Pokapinjang di 2.970. Puncak di selatan dan utara meliputi Buntu Sinaji memiliki ketinggian 2.430 mdpl, Buntu Sikolong 2.754, Buntu Rante Kambola 3.083, Buntu Nenemori 3.097, Buntu Bajaja 2.700 dan Buntu Latimojong 2.800.
Jalur menuju Pegunungan Latimojong dapat ditempuh dengan menggunakan tranportasi darat dari Makasar dilanjutkan ke Kecamatan Baraka dengan bus. Mengingat rute ini sering dipakai pendaki dikarenakan kemudahan akses dan minimnya biaya. Dalam perjalanan ke Pegunungan Latimojong, pendaki akan disuguhkan beberapa objek wisata alam seperti Tebing alam di Tontonan yang sering dijadikan tempat rockclimbing dan beberapa kuburan kuno yang berada di tebingnya.
Gunung Rinjani 3.726 mdpl (Lombok, NTB)
Saya terkejut ketika kenalan saya memberi nama anaknya dengan kata “Rinjani”. Menurutnya, Rinjani sendiri diambil dari nama gunung di Pulau Lombok, NTB. Dia rasa Rinjani merupakan nama yang tepat untuk menggambarkan keindahan dan kecantikan anak perempuannya.
Gunung Rinjani adalah gunung dengan tipografi landai yang menyajikan keindahan fenomena alam seperti danau Segara Anak dan Gunung Barujari di sisi timurnya. Rinjani terletak di Taman Nasional Gunung Rinjani dan memiliki luas sekitar 76.000 ha. Dia dapat di tempuh melalui dua jalur yakni melewati Desa Senaru dan Sembalun. Menurut beberapa referensi yang didapat, Rinjani merupakan salah satu gunung yang memiliki wisata alam yang sangat indah. Dia juga kerap didaki oleh ratusan pendaki di bulan Juni-Agustus.
Selain Segara Anak dan Panorama Puncak Gunung Rinjani yang luar biasa, pendaki juga akan disuguhkan pemandangan padang savana yang sangat luas dan Gua Susu yang cantik. Dibutuhkan waktu sekitar 3 hari untuk mencapai Puncak Rinjani.
Gunung Semeru 3676 Mdpl (Jawa)
Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa. Semeru terletak di 2 Kabupaten yakni Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Mendaki Semeru dibutuhkan waktu sekitar 4 hari. Perjalanan pun dapat dimulai melalui jalur Ranupani dan akan melintasi 2 danau yakni Ranupani dan Ranu Regulo.
Sebelum mendaki, pengunjung juga dapat beristirahat maupun beberbelanja perlengkapan pendakian mengingat terdapat beberapa warung yang menyediakan perlengkapan pendakian.
Selain Ranupani dan Ranu Regulo, Semeru juga memiliki danau dengan pemandangan yang sangat indah, Ranu Kumbolo. Dia terletak di ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha. Di Ranu Kumbolo juga terdapat ikan yang dapat dipancing. Pendaki juga kerap menjadikan Ranu Kumbolo sebagai tempat berkemah.
Puncak Semeru dinamakan Mahameru (3676 Mdpl). Dia dapat ditempuh dari beberapa jalur namun pendaki dilarang melewati jalur selatan dan mendekati kawah Jonggring Saloko. Hal ini dikarenakan adanya gas beracun atau sering disebut wedus gembel yang keluar setiap 15 menit sekali dari kawah Mahameru. Seorang aktivis Soe Hok Gie pun menjadi korban dari luapan wedus gembel than 1969.
Bukit Raya (Kalimantan)
Bukit Raya pada dasarnya merupakan kawasan hutan lindung yang terletak di dua wilayah yakni Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sementara gunung Bukit Raya sendiri terletak di Katingan, Kalimantan Tengah dengan ketinggian 2278 Mdpl. Ada beberapa catatan yang harus dietahui bahwa Bukit Raya, bukanlah puncak tertinggi yang ada di pulau Kalimantan. Sejauh ini puncak tertinggi Kalimantan dipegang Gunung Kinabalu di Malaysia.
Gunung Kerinci (Sumatra)
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi yang ada di Indonesia. Kerinci memiliki ketinggian 3800 mdpl dan terletak di dua kabupaten yakni, Kerinci dan Sulak Deras Provinsi Jambi. Gunung Kerinci sendiri masuk dalam wilayah Pegunungan Bukit Barisan dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Dia dapat didaki melalui jalur kota Jambi, Padang bahkan dari jalur Lintas Sumatera, Muara Bungo.
Gunung Kerinci memiliki mitos yang kini sedang dalam pembuktian beberapa peneliti dalam maupun luar negeri. Yaitu mengenai keberadaan manusia kerdil seukuran anak kecil yang disebut masyarakat sekitar dengan sebutan Orang Kerinci. Konon, keberadaan Orang Kerinci sulit terdeteksi mengingat dia memiliki mobilitas yang sangat tinggi dan dapat berlari dengan cepat.
Ada beberapa tempat menarik yang harus dikunjungi sewaktu mendaki Kerinci. Diantaranya Keindahan Danau Belibis, Kerinci dan mencicipi Teh di Kersik Tuo.
sumber informasi: indonesianis.com
Wednesday, August 10, 2011
PENGETAHUAN DASAR NAVIGASI DARAT
Published :
August 10, 2011
PENGETAHUAN DASAR NAVIGASI DARAT
Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita.
Pada prinsipnya navigasi adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada dimedan sebenarnya yang di proyeksikan pada peta.Beberapa media dasar navigasi darat adalah
Peta
Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.
Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :
•Judul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta
•Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta
•Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya
•Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang
berketinggian sama diatas permukaan laut.
•Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).
•Legenda peta ; adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut, dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.
Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960.
Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.
Koordinat
Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :
1.Koordinat Geografis (Geographical Coordinate) ; Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama
dengan 30 detik (30"), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60").
2.Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM) ; Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1 mm).
Analisa Peta
Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.
1.Unsur dasar peta ; Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.
2.Mengenal tanda medan ; Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur.
Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :
oAntara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan
oGaris yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah
oBeda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah
oDaerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.
oBeberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:
1.Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.
2.Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak
3.Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.
4.Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian
5.Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian
6.Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.
7.Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk
8.Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan
Kompas
Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara-selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). Secara fisik, kompas terdiri dari :
•Badan, tempat komponen lainnya berada
•Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.
•Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin. Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.
Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat
Cttn: saat ini sudah banyak digunakan GPS [global positioning system] dengan tehnologi satelite untuk mengantikan beberapa fungsi kompas.
Orientasi Peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama
puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar.
Langkah-langkah orientasi peta:
1.Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.
2.Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar
3.Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya
4.Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan
5.Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.
Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.
Resection
Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dalam peta dan dapat dibidik pada medan sebenarnya (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebun teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas).
Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.Langkah-langkah melakukan resection:
1.Lakukan orientasi peta
2.Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah
3.Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik-B2).
4.Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.
5.Pindahkan sudut back azimuth bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.
6.Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.
Intersection
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai atau tidak diketahui posisinya di peta. Syaratnya, sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.
Langkah-langkah melakukan intersection adalah:
1.Lakukan orientasi peta
2.Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.
3.Bidik obyek yang kita amati
4.Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta
5.Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3 6.Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.
Azimuth - Back Azimuth
Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:
•Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth adalah azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º - 180º = 20º
•Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya adalah 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º
Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man-biasa digunakan untuk “Kompas Bintang”). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1.Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.
2.Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui.
3.Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.
4.Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth). 5.Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man. Merencanakan Jalur LintasanDalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke suatu gunung, tapi dengan menggunakan jalur sendiri.
Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan.
Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.
Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.
Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.
Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1.Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut.
2.Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya
3.Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin.
4.Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya.
5.Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.
Penampang Lintasan
Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.
Beberapa manfaat penampang lintasan :
1.Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan
2.Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan
3.Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu
4.Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang.
Langkah-langkah membuat penampang lintasan:
1.Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris dan penghapus
2.Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.
3.Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu peda perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir.
4.Perubahan satu kontur
diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar. 5.Tembahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.
sumber informosi:http://terampil-gudang.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Archive
-
▼
2018
(3)
- ► February 2018 (2)
-
►
2013
(1)
- ► April 2013 (1)
-
►
2012
(2)
- ► December 2012 (2)
-
►
2011
(3)
- ► August 2011 (3)

.jpg)





